KESAKSIAN MASYARAKAT KORBAN SELAMAT LEDAKAN JERATAN BOM TNI MEMASANG PADA JASAD DI DISTRIK AMUKIA, KABUPATEN PUNCAK, PROVINSI PAPUA TENGAH
Seorang pemuda bersaksi melalui rekaman video amatir berdurasi 2:48 menit yang dibagikan dalam grup WhatsApp. Kasaksian tersebut mereka alami di Distrik Amukia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Rabu, 06 Mei 2026.
Dikutip “Puji dan syukur kepada Tuhan atas kerja Tuhan, kami selamat dari maut dengan izin semua pihak keamanan dari semua Polres dan Dandim. Kami izin, dan mereka mempersilakan kami untuk mengamankan jenazah yang ada di atas. Kami pergi. Ternyata jenazah itu dipasangi bom.
Kami pergi dengan misi kemanusiaan, bukan maksud lain. Kami pergi dengan misi kemanusiaan, dan kami, sebagai orang gunung, secara adat harus mengamankan jenazah itu sesuai dengan aturan adat dan budaya kami.
Dengan tujuan itu, kami pergi, tapi ternyata mayat itu dipasangi bom. Tapi dari kejadian bom itu, ada beberapa orang kami yang kena luka-luka, yaitu 7 orang: 5 orang luka ringan dan 2 orang luka berat.
Di antaranya, Pak Sekdis sendiri kena tangan, Pak Kepala Desa kena hidung, dan kami sebagian kena luka-luka ringan. Jadi, yang kami sesalkan adalah dari pihak keamanan, kalau ada pemasangan bom, kenapa tidak memberitahu kami.
Supaya kami pergi dan mengangkut itu dengan antisipasi itu. Jadi kami sesalkan itu…itu. Tidak diberitahu kami tentang informasi kalau ada pemasangan bom. Itu yang kami sesalkan. Kalau ada, kenapa tidak disampaikan kepada kami supaya kami angkat juga antisipasi itu.
Jadi, untuk ke depan, kalau ada kejadian yang sama, kami memohon supaya tidak lagi terulang seperti ini .Yang pergi mengamankan itu, masyarakat jadi masyarakat dengan pemerintah juga, jadi jangan sampai menjadi korban seperti kami lagi ke depannya. Kalau ada sesuatu yang dipasangkan oleh pihak keamanan, harus memberitahu kami untuk berikutnya,” tuturnya.
Sedangkan di lain pihak, dari sekretaris distrik disampaikan permohonan pertimbangan jabatan kepala desa kepada bupati dan ketua DPRK Puncak untuk tidak mengganti jabatan kepala desa Magume.
“Tolong bapak bupati kabupaten puncak izin ketua izin tolong sampaikan di Distrik Amukia kepala kampung Magume aparatur negara untuk keamanan masyarakat demi untuk masyarakat jadi kepala kampung Magume tidak boleh ganti. Tolong ditetapkan,” pungkasnya.
#Kejahatan Militer Indonesia
#Penembakan Terhadap Masyarakat Sipil Papua
#Jenazah Dipasang Bom oleh TNI